Elemen-Elemen Komunikasi Massa
1. Komunikator
Komunikator dalam
komunikasi massa sangat berbeda dengan komunikator komunikasi yang lain, komunikator disini
meliputi jaringan, stasiun lokal, direktur dan staf teknis yang merupakan
bagian dari lembaga media massa. Bersifat mencari keuntungan tidak hanya
menyampaikan informasi, karena keuntungan tersebut merupakan sumber kehidupan
dan kelangsungan hidup media itu sendiri.
2. Isi
Masing-masing media
massa mempunyai kebijakan sendiri dalam melakukan pengelolaan isi. si atau content
suatu media massa tidak pernah sama antara yang satu dengan yang lainnya, sebab dalam melayani masyarakat yang beragam juga menyangkut individu
atau kelompok sosial.
3. Audience
Audience atau khalayak adalah massa yang menerima informasi
massa yang disebarkan melalui media massa, audience atau komunikan dalam komunikasi massa sangat
beragam mulai dari jutaan penonton televisi, ribuan pembaca buku, majalah, surat kabar atau jurnal ilmiah.
4. Umpan Balik
Umpan balik yang terjadi
di media komunikasi massa
adalah umpan balik tidak langsung, jadi komunikan
memberikan reaksi kepada komunikator dalam jangka waktu tertentu dan tidak
langsung seperti dalam komunikasi tatap muka. Jadi umpan balik tidak
langsung bisa dikatakan sebagai ciri utama komunikasi massa. Akibat perkembangan
teknologi komunikasi yang terkomputerisasi beberapa decade belakangan ini,
memunculkan perkembangan baru umpan balik dalam saluran komunikasi massa. Salah
satu daya tarik televise atau media cetak dapat dilihat dari pemasangan iklan,
semakin popular suatu acara maka semakin banyak iklan yang masuk. Dengan
demikian iklan merupakan salah satu umpan balik dari program suatu acara. Untuk
memutuskan melakukan pemasangan iklan biasanya pemsang iklan melihat rating popularitas acara tersebut,
dengan demikian rating juga merupakan
salah satu bentuk feedback.
5. Gangguan
Gangguan dalam komunikasi massa bisanya selalu
ada, semakin kompleks teknologi yang digunakan masyarakat semakin besar pula
peluang munculnya gangguan serta semakin banyak variasi program acara yang
disajikan maka semakin meningkat munculnya gangguan. Gangguan dalam komunikasi massa terbagi menjadi
dua macam yakni gangguan saluran dan gangguan semantik.
6.Gatekeeper
Gatekeeper adalah penyeleksi
informasi, sebagaimana diketahui bahwa komunikasi massa dijalankan oleh
beberapa orang dalam organisasi media massa. Mereka inilah yang menyeleksi
informasi yang akan disiarkan atau tidak disiarkan.
Istilah gatekeeper pertama kali diperkenalkan
oleh Kurt Lewin tahun 1947. Menurut John R.Bittner, gatekeeper diartikan sebagai individu-individu atau
kelompok orang yang memantau arus informasi dalam sebuah saluran komunikasi. Semua saluran media
massa mempunyai sejumlah gatekeeper. Mereka memainkan
peranan dalam beberapa fungsi, mereka bisa menghapus pesan atau bahkan
memodifikasi dan menambah pesan yang akan disebarkan. Mereka pun bisa
menghentikan sebuah informasi dan tidak membuka “pintu gerbang” (gate) bagi keluarnya informasi yang
lain. Bagaimana
membedakan seseorang dalam media massa yang bertindak sebagai komunikator dan gatekeeper? Ray Eldon Hibert
mencoba meberikan jawaban : Seseorang yang menciptakan atau membuat disebut
sebagai komunikator sedangkan jika seseorang yang mengevaluasi ciptaan orang
lain adalah gatekeeper.
7. Pengatur
Ada pola hubungan yang saling terkait antara media massa
dengan pihak lain, pihak lain yang
dimaksud adalah pemerintah dan masyarakat. Hubungan
ini biasanya selalu berjalan tidak
harmonis karena masing-masing pihak memiliki
perbedaan tuntutan dan saling menguasai satu
sama lain. Hal itu pulalah mengapa
hubungan ketiganya bisa disebut sebagai hubungan trikotomi,
yakni hubungan yang
tidak serasi anatara ketiganya. Kekuatan media massa yang begitu besar
dalam mempengaruhi khalayak membuat
tidak sedikit pihak dari luar media memanfaatkan hal tersebut untuk
kepentingannya sendiri. Pihak luar tersebut disebut pengatur dalam media massa,
mereka tidak berasal dari dalam media massa namun secara tidak langsung ikut mempengaruhi
proses aliran pesan media massa dan bisa ikut menentukan kebijakan redaksional.
Pengatur tersebut antara lain : pengadilan, pemerintah, konsumen, organisasi
professional, dan kelompok-kelompok penekan, termasuk narasumber dan pengiklan
yang kesemuanya berfungsi sebagai pengatur. Aturan dapat berupa pelarangan, hukum,
tekanan informal yang bisa mengontrol isi media atau struktur yang ada dalam
media tersebut. Meskipun tidak ada campur tangan secara langsung dalam media,
namun eksistensti pengatur ini memberikan pengaruh kuat dalam media. Seringkali
media massa merasa takut untuk menyiarkan sesuatu dan cenderung menghindari
untuk menyiarkan hal-hal yang dapat menimbulkan kemarahan dari pengatur itu.
8. Filter
Filter adalah kerangka pikir melalui mana
audience menerima pesan, filter ibarat sebuah bingkai kacamata tempat audience
bisa melihat dunia. Hal ini berarti dunia rill yang diterima dalam memori
sangat tergantung dari bingkai tersebut. Ada beberapa filter antara lain :
fisik, psikologis, budaya .
Referensi : Ibid, 72
Nurudin,M.Si.,2007, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta : PT
Raja Grafindo Persada), hlm. 97
Nurudin,M.Si.,2007, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta : PT
Raja Grafindo Persada), hlm. 119
Prof. DR. H. M.
Burhan Bungin, S. SOS., M. SI., 2008, Sosiologi Komunikasi : Teori, Paradigma
dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat : Cetakan ketiga, (Jakarta :
Kencana Predana Media Group), hlm. 72